by

1.080 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Lodaya di Kota Bogor

BOGOR- Sebanyak 1.080 orang diberikan penindakan berupa tilang selama pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya sejak 23 hingga 28 Juli.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro mengatakan, pelanggaran didominasi bentuk pelanggaran tidak mengenakan helm dan melawan arus.

“Sejauh ini sudah 1.080 tilang dan didominasi dengan bentuk pelanggaran tidak mengenakan helm dan melawan arus,” katanya, Selasa (28/7/2020).

Selain itu, Fajar juga mengungkapkan kalau terdapat 2051 orang yang mendapatkan teguran dari petugas di lapangan, dikarenakan tidak mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada warga agar tetap patuh dan tertib berlalulintas serta senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di masa Adaptasi Kebiasan Baru. “Ya masyarakat harus disiplin. Kalau tidak mau, ya kita disiplinkan,” tegasnya.

Operasi Patuh Lodaya sendiri akan terus berlangsung sampai 5 Agustus mendatang dengan 11 sasaran pelanggaran. Di antaranya adalah penggunaan hape saat mengemudi, menggunakan trotoar, melawan arus, mengemudi di bahu jalan dan roda dua yang masuk ke dalam tol.

Lebih lanjut, Satlantas Polresta Bogor Kota juga akan menyasar para pelanggar rambu lalu lintas, tidak memprioritaskan pengguna jalan yang diutamakan, melebihi batas kecepatan dan tidak berhenti saat sinyal KA menyala di perlintasan KA.

“Untuk pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan penumpang tidak menggunakan helm juga menjadi sasaran utama,” ungkap Fajar.

Untuk lokasi giat operasi Patuh Lodaya,kata Fajar u akan digelar diseluruh jalur yang ada di Kota Bogor. Sedangkan, personel yang diterjunkan untuk menjaring masyarakat yang tidak mematuhi peraturan, sebanyak 70 orang. Yang terdiri dari empat satgas operasional

Comment

News Feed