by

KPU Pesimis Pilkada Serentak pakai E-Voting

BOGOR- Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, KPU tidak mungkin menyelenggarakan Pilkada sesuai jadwal pada September. Begitu juga, apabila pemungutan dilakukan secara elektronik di tengah pandemi virus corona.

Hal itu dikatakan Pramono menceritakan rapat bersama Mendagri Tito Karnavian dan Komisi II di DPR. Dalam rapat yang memutuskan Pilkada ditunda itu, KPU ditanya kesiapannya jika harus menggelar pemungutan suara secara elektronik.

“Salah satu pertanyaan pak Mendagri, apakah pemungutan suara dilakukan dengan online, 23 September,” ujar Pramono dalam diskusi melalui teleconference, Kamis (2/4).

Namun, KPU tak menyanggupi karena masa waktu yang singkat. Sebab, Pramono menuturkan, perlu membangun sistem, pelatihan sumber daya manusia, hingga melakukan uji coba sistem.

“Tidak mungkin dilakukan dalam jangka yang sangat pendek ini, apalagi dalam situasi ini tidak mungkin melakukan uji coba secara terbuka,” jelas Pramono.

Namun, Pramono menegaskan, KPU tetap dalam jalurnya mendukung rekapitulasi atau penghitungan suara secara elektronik pada Pilkada serentak nanti. Kata dia, dengan penundaan ini memberikan waktu kepada KPU untuk mematangkan rencana.

“Tentu kita berharap kita punya waktu lebih panjang mematangkan rencana ini, sistemnya, dan lain-lain,” katanya

Comment

News Feed