by

Satpol PP Bakal Tutup Toko Plastik

BOGOR-Se­minggu setelah diterbitkan­nya Peraturan Bupati (Per­bup) Nomor (13/2019) ten­tang pengurangan penggu­naan kantong plastik, sedo­tan dan styrofoam bagi pusat perbelanjaan, hotel, kafe dan retail, Satpol PP Kabupaten Bogor mulai melakukan penyisiran kepada retail-retail dan pusat perbelan­jaan yang masih membandel.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, sosiali­sasi yang diberikan Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebenarnya sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. ”Ketentuan dengan pe­negakan dari Pol PP kaitan dengan masalah plastik ini, kita akan memulai dengan pola sosialisasi kembali se­lama satu bulan ke depan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Dari beberapa titik yang di­jadikan sebagai sampel, jelas­nya, toko-toko, pusat perbe­lanjaan dan kafe serta hotel sudah mulai mematuhi Perbup Asri Tanpa Kantong Plastik (Antik). ”Ini merupakan program unggulan bupati dan wabup Kabupaten Bogor dalam men­dukung program ramah ling­kungan. Sehingga dalam hal ini di setiap kegiatan itu peng­gunaan plastik harus dikurangi,” jelasnya.

Terkait penegakannya, Agus mengaku tidak akan segan-segan menutup gerai-gerai yang masih membandel menggunakan kantong plas­tik jika tidak mengindahkan imbauan yang diberikan Satpol PP. ”Kan perbup itu di situ adalah salah satu payung hukum untuk me­negakkan sebuah peraturan, bisa ditipiringkan atau ba­hkan gerainya bisa kita tutup kalau masih menggunakan kantong plastik,” tegasnya.

Agus juga tidak memungkiri ada beberapa gerai yang masih menggunakan plastik. Namun setelah diberi peringatan, se­jumlah gerai itu langsung me­matuhi aturan yang telah di­berlakukan. “Memang masih ada, tapi kita sudah tindak dan mereka sudah mematuhi atu­ran,” ungkapnya.

Ia juga mengaku akan ke­walahan jika Satpol PP harus memantau 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor dan mengamati setiap toko yang ada, apakah sudah menaati peraturan atau belum. ”Lua­san wilayah kita juga memang menjadi sebuah tantangan. Maka dari itu kami mengim­bau kepada masyarakat agar ikut serta dalam penegakan Antik,” tandasnya.

Di lokasi berbeda, Ketua Komunitas Greenna Bogor, Nina Nuraniyah, mengaku sangat mendukung program yang dijalankan Pemkab Bogor. Sebab, menurutnya, pemerintah memang memi­liki peran vital dalam men­jaga lingkungan. ”Kalau hanya kita-kita saja ya tidak akan beres itu masalah plas­tik. Karena para pelanggar ini suka memandang sebelah mata kami,” ujarnya

Comment

News Feed