by

Driver Ojol Ngeluh Order Turun 40%

JAKARTA- Pengemudi ojek online (ojol) keluhkan membludaknya jumlah driver. Hal tersebut menyebabkan persaingan makin ketat, sehingga order alias pesanan ojek pun makin sulit didapat.

Menurut Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono para driver mengalami penurunan order sebesar 20-40%. Sebelum driver membludak, seorang penumpang bisa membawa 10-15 penumpang sehari. Namun kini hanya bisa mendapatkan 5-6 orang saja.

” Dulu belum banyak persaingan bisa dapat 10-15 orang, sekarang ya cuma 5-6 orang, susah sekarang ngejar 10 orang sehari,” papar Igun.

Penurunan driver pun mengakibatkan pendapatan pengemudi terjun bebas. Dahulu dengan asumsi membawa 10 orang lebih penumpang sehari driver bisa kantongi uang sampai Rp 250 ribu.

Namun, sekarang dengan menurunnya jumlah order pendapatan terjun ke kisaran Rp 100-150 ribu sehari ‘narik’. “Nah order ini akhirnya ke pendapatan harian dong, dulu ya bisa sampai Rp 250 ribu per hari, drop sekarang cuma Rp 100-150 ribu. Tarif naik, pendapatan menurun, kami akui tarif naik tinggal kebanyakan pengemudi aja,” jelas Igun.

Saat ditanya mengenai berapa batas maksimal jumlah driver di kota Jakarta, Igun mengatakan tidak memiliki datanya. Semua data penumpang maupun pengemudi dimiliki oleh aplikator.

“Data ada di aplikator, data aplikasi pengguna dan pengemudi ada semua,” kata Igun.

Baca juga: Alasan Kemenhub Tidak Bisa Batasi Kuota Driver Ojol

Igun kembali menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin jumlah pengemudi dan penumpang bisa seimbang. Untuk itu dia meminta kuota driver dibatasi.

“Harusnya seimbang lah, seimbang jumlah pengemudi dan penumpang, kami tidak punya datanya. Berapa jumlahnya ya orang aplikasi,” ucap Igun.

SUMBER: Detik Finance

Comment

News Feed