by

Ini Dua Titik yang Disurvey untuk LRT di Bogor

BOGOR-

Kota Bogor kini makin dekat dengan light rail transit (LRT). Dua titik kemungkinan jadi sentuhannya: Sela Awi dan Kampung Sawah.

Pemerintah Kota Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan peninjauan lapangan terkait dengan rencana LRT. Dua titik jadi fokus kunjungan Senin (15/7/2019) itu: Sela Awi, Kecamatan Bogor Utara dan Kampung Sawah, Kecamatan Bogor Timur.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, peninjauan ini untuk memastikan jika LRT itu jadi dilelang atau dilakukan lanjutan trase kedua dari Cibubur, Cimanggis ke Bogor, dilihat posisi stasiun akhir yang pas.

“Hari ini ada dua lokasi peninjauan. Yang pertama terkait Terminal Baranangsiang. Kedua soal LRT. Untuk LRT di Sela Awi dan Kampung Sawah. Kami harus tahu dulu dimana kira-kira stasiun akhirnya. Dengan begitu kami bisa merencanakan hal lainnya,” ungkap Dedie kepada wartawan usai peninjauan.

Dedie melanjutkan, karena peninjauan bersama BPTJ berkaitan dengan seluruh sistem Jabodetabek, dirinya meminta BPTJ untuk bisa memberikan masukan kepada pemerintah pusat. Ada Dirjen Perkeretapian dan Dirjen Kekakyaan Negara untuk segera memberikan gambaran secara utuh tentang rencana-rencananya.

Dedie menjelaskan, pihaknya masih berdiskusi tentang keberlanjutan Perpres nomor 49 tahun 2017. Kalau memang itu yang akan dipakai sebagai acuan, maka Baranangsiang akan digunakan. Kalaupun ada revisi teknis pelelangan, itu juga ada di Perpres.

“Jadi kami masih berusaha ikut serta proaktif supaya Kota Bogor tidak ketinggalan melakukan proses perencanaan dan terlambat mengantisipasi. Tentunya kami tidak ingin kehilangan momentum Kota Bogor menjadi kota modern dengan adanya sambungan LRT. Kalau kalah cepat, bisa mengubah program transportasi yang ada di Kota Bogor,” jelasnya.

Dedie menerangkan, pemerintah pusat sudah banyak memberikan perhatian untuk Kota Bogor. Termasuk hibah trem dari Belanda, salah satunya dialokasikan ke Kota Bogor.

“Trem rencananya tahun depan kalau secara peluang teknisnya lencar. Tahun depan sudah dikirim dari Belanda,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, pihaknya tidak bicara Kota Bogor saja, karena di Jabodetabek sudah mencapai 100 juta pergerakan orang perhari. Padahal dua tahun yang lalu masih 50 juta orang perhari. Jadi peningkatannya signifikan sekali. Karena itu pihaknya mempunyai rencana induk yang disetujui  tiga provinsi dan delapan wali kota yaitu rencana induk Jabodetabek tahun 2018-2019.

“Di dalam rencana itu, di antaranya kami akan membangun angkutan massal. Hari ini kami bahas bagaimana angkutan massal pertama yaitu LRT. Selama ini kan LRT berhenti di Cibubur, akan kami perpanjang ke Kota Bogor. Di dalam master plan kami akan membangun TOD di Baranangsiang. Kalau TOD ada disini makanya stasiun akhir di sana,” ungkapnya. (inilah.com)

Comment

News Feed