by

Hadir Dalam PIT Kebencanaan, Bupati Ade Yasin Paparkan Kondisi Geografis Kabupaten Bogor

BOGOR – Bupati Ade Yasin menyebut Kabupaten Bogor sebagai daerah titik rawan bencana  terbanyak di Indonesia, karena memiliki kontur geografis tebing dan bebukitan.

“Kabupaten Bogor sangat luas. Potensi bencana alam sangat besar. Tsunami tidak ada karena tidak ada laut, itu saja,” ungkap bupati usai hadir dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan 2019 di Gedung INA-DRTG BNPB dan Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (18/6).

“Adanya gunung, tebing yang rawan longsor. Itu menjadi fokus kita. Titik-titik rawan bencana tersebut tentunya jadi perhatian kita,” ujarnya.

Dia berharap para ahli yang hadir dapat mengimplementasikan ilmu dalam kebencanaan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor dengan 27 kecamatan rawan bencana.

Ade Yasin juga mengatakan bahwa Universitas Pertahanan yang berada di Kompleks IPCS Sentul ini juga sangat diminati masyarakat dan jadi kebanggan Kabupaten Bogor.

“Unhan adalah kebanggaan untuk Bogor. Banyak yang mencari informasi. Karena Universitas ini menyediakan jurusan untuk kebencanaan. Sangat bagus tentunya,” katanya.

Bupati Ade Yasin pun menyoroti pembangunan di wilayah Hambalang karena memiliki potensi sebagai destinasi wisata bernilai edukasi.

“Daerah Hambalang adalah potensi untuk pendidikan dan wisata. Hambalang ini sangat bagus. BNPB juga sangat berperan dalam pembangunan ini,” katanya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bogor melansir, tidak kurang dari 987 rumah warga di wilayah Kecamatan Megamendung dan Cisarua, Kabupaten Bogor, berdiri di atas lahan rawan longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sendiri melansir, terdapat lebih dari 200 desa di Bumi Tegar Beriman rawan akan bencana.

Memindahkan para penghuni rumah rawan longsor itu,  bukan satu-satunya solusi untuk menghindarkan mereka dari bencana.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armansyah, pada dasarnya Bogor rentan terhadap pergerakan tanah.

Sepanjang 2017 saja, BPBD mencatat lebih terdapat 798 rumah telah direlokasi dan telah 670 rumah pada 2018. Semuanya di luar kejadian longsor yang terjadi di Puncak dan Cijeruk belakangan ini.

“Jika mengacu pada Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kabupaten Bogor ini rentan terhadap bencana. (Pergerakan) tanah, ada yang rendah, menengah hingga tinggi,” kata Dede.

Sumber: Pojokbogor.com

Comment

News Feed