by

Wabup Iwan Setiawan: Kepala SKPD Harus Tetap Kerja Maksimal Meski Akan Dirotasi

BOGOR – Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan mengumpulkan pimpinan perangkat daerah, pimpinan RSUD dan BUMD se-Kabupaten Bogor, Selasa (14/5/2019).

Lewat buka puasa bersama itu, Ade dan Iwan ingin menjalin sinergi dalam masa transisi kepempiminan seperti saat ini.

Pasalnya, hingga hampir semester I 2019, serapan anggaran terutama pada belanja langsung sangat minim.

“Momentum buka bersama ini ada dua poin yang saya dan Ibu Bupati sampaikan. Yaitu soal serapan anggaran dan bagaimana menyamakan persepsi di masa transisi,” kata Wakil Bupati Iwan Setiawan.

Dia mengungkapkan, ada yang mempersepsikan Bupati Ade Yasin terkesan tidak bisa membaur dengan kepala-kepala SKPD.

Selain itu, ada indikasi mereka tidak maksimal bekerja karena khawatir akan dirotas mutasi.

“Bahasa batin saya, mereka tidak maksimal karena merasa sudah tahu akan dipindah atau dirotasi jadi kerjanya tidak maksimal,” katanya.

“Padahal, harusnya tidak seperti itu. Walaupun besok dipindah  kerjaan hari ini harus dibereskan dulu,” tegas Iwan.

Iwan khawatir, dengan kinerja seperti saat ini, dikhawatirkan program pembangunan yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat tidak terserap maksimal dan berujung menggelembungnya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA).

“Ada beberapa dinas yang serapan belanja fisiknya masih nol persen. Itu masalah. Karenaini sudah mau semester I,” katanya.

“Harus ada inovasi. Jangan takut deh kalau nanti ada rotasi mutasi. Toh itu kan penyegaran bukan kepentingan politis semata karena kami sepakat menempatkan orang sesuai dengan kapasitasnya,” jelas Iwan.

Sebelumnya, dari data yang dihimpun dari Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor, dari 216 paket pekerjaan yang rencananya dilelang tahun ini, baru 28 di antaranya masuk meja ULPBJ.

Dari 28 paket lelang itu, 11 merupakan paket pengadaan barang dan 17 lelang jasa konsultasi. Sementara permohonan lelang jasa konstruksi masih nol.

Menurut Kepala ULPBJ Kabupaten Bogor, Budi Cahyadi Wiryadi, sejauh ini permohonan lelang pekerjaa fisik paling banyak datang dari Dinas Pendidikan dengan toal 58 paket pekerjaan.

“Seperti pengadaan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas, revitalisasi ruang kelas hingga pengadaan turap,” kata Budi saat dihubungi, Kamis (9/5/2019).

Jika dirinci, Disdik Kabupaten Bogor telah mengajukan lelang untuk 20 paket pengadaam ruang kelas baru, 34 paket rehabilitasi ruang kelas, 3 paket revitalisasi ruang kelas dan 1 paket pengadaan turap penahan tanah.

Secara keseluruhan, hingga 9 Mei 2019 ULPBJ telah menerima 189 paket permohonan lelang dengan total pagu anggaran Rp223.977.364.040.

Dari jumlah itu, 48 paket dengan pagu Rp55.163.704.985 telah selesai dilelangkan dan ditetapkan pemenangnya dengan nilai penawaran Rp48.348.845.695.

“Artinya ada efisiensi Rp5.814.859.290 atau 10,54 persen,” lanjut budi.

Sementara itu, masih ada 50 paket pekerjaan dengan total pagu anggaran Rp70.681.710.655 dalam proses lelang. Ada pula 89 paket pekerjaan dengan total pagu anggaran Rp96.740.949.400 dan 2 paket gagal lelang namun dapat berlanjut dengan pagu Rp1.211.000.000.

Menurut Budi, untuk periode yang sama alias dibanding Mei 2018, progres pelelangan tahun ini mengalami penurunan.

Tahun lalu, hingga 14 Mei, total 285 paket masuk meja lelang, baik itu pengadaan barang, jasa konsultasi, jasa konstruksi dan jasa lainnya.

Sementara tahun ini, untuk hanya 189 paket masuk pelelangan. Terdiri dari 35 pengadaan barang, 73 pekerjaan konstruksi, 35 jasa konsultasi dan 46 jasa lainnya.

 

Sumber: Pojokbogor.com

Comment

News Feed