by

Satlantas Polres Bogor Ogah Turuti Keinginan Pengusahan di Puncak Terkait One Way

BOGOR – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor menolak permintaan Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, untuk mengevaluasi pemberlakuan sistem one way atau satu arah di Puncak Bogor, Kabupaten Bogor sesuai kesepakatan yang dibentuk bersama Jasa Marga 2010 silam.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri menjelaskan, jika kebijakan one way harus mengacu kesepakatan tahun 2019, dipastikan menimbulkan kekacauan arus lalu lintas di Puncak Bogor.

“Misalkan situasi arus lancar. Apakah harus diberlakukan one way?. Padahal sesuai kesepakatan yang dibentuk one way harus diberlakukan, mubazir kan nanti,” ungkapnya, Selasa (14/5) kemarin.

Menurutnya, pembelakuan one way justru perlu dilakukan secara situasional. Mengingat pertumbuhan kendaraan tahun 2010 dan 2019 di kawasan pariwisata Kabupaten Bogor bagian Selatan Kabupaten Bogor tersebut sangatlah berbeda.

“Ketika kita habis naik (one way), ternyata yang di atas sudah numpuk banyak. Sehingga, kita berlakukan one way turun tanpa jeda lagi, jadi itu situasional sekali,” tuturnya.

Ia mengakui kebijakan one way yang kini diterapkan tidak mengikuti kesepakatan sebelumnya.

Sebab, arus lalu lintas Puncak Bogor saat ini sudah tidak bisa lagi menggunakan kesepakatan yang telah terjalin antara Pemkab Bogor dengan Jasa Marga itu.

“Kesepakatan tersebut sudah tidak relefan dipergunakan. Kita harus berkaca dengan pengalaman yang sudah ada saat ini, melihat fluktuasi arus lalu lintas yang ada,” ungkapnya.

Sebelumnya, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor meminta Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor untuk kembali mengkaji tata cara pemberlakuan sistem satu arah (One Way) di Puncak Bogor.

Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo mengatakan, pemberlakukan one way yang dilakukan tidak sesuai kesepakatan antara pengusaha, tokoh masyarakat, agama dan warga.

“Kesepakatannya dulu tidak seperti sekarang. Tidak sesuai dengan jam dan ketentuan yang sudah diatur bersama,” keluhnya kepada Radar Bogor, Jumat (10/5).

Ia menjelaskan, pemberlakuan one way sebenarnya sudah diatur dalam kesepakatan bersama pada tahun 2010.

PHRI, Polres Bogor dan pihak bersangkuatan lainnya menetapkan pemberlakuan one way hanya diterapkan hari Sabtu dan Minggu sekiranya pukul 15.00 WIB.

“Pemberlakuaknya juga hanya dua jam. Kalau sekarang kan pemberlakuanya justru situasional, gak seperti perjanjian yang dibuat,” tukasnya.

 

Sumber: Radar Bogor

Comment

News Feed