by

Pemkab Bogor Larang Warga Beri Sumbangan Pengemis

BOGOR- Ramadan acapkali membuat para pencari rezeki dengan cara mengais pundi-pundi uang di jalanan berdatangan. Di Kabupaten Bogor fenomena menjamurnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) juga selalu terjadi.

Dari data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, anak – anak jalanan khususnya yang mengamen berjumlah 63 orang. Sedangkan jumlah pengemis ada 184 orang. Data tersebut diambil sejak awal masuk Ramadan.

Jumlah tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya, yakni April. Di mana, jumlah pengamen yang rutin di kawasan Cibinong raya sampai wilayah Cisarua Puncak ada 45 orang, sedangkan pengemis mencapai 127 orang.

Hingga saat ini, keberadaan mereka juga masih tampak jelas. Ada peningkatan populasi yang terlihat signifikan saat memasuki Ramadan.

”Peningkatan terjadi seperti di Perempatan Kantor PDAM, CCM, Perempatan Jalan Alternatif Sentul dan seputaran Ciawi, Gadog dan Puncak. Ada beberapa pengamen dan pengemis yang kita bina langsung serta dikembalikan ke daerah asal masing masing. Utamanya dari Kabupaten Cianjur dan Sukabumi,” ungkap Kabid Rehabilitasi Dinsos Kabupaten Bogor, Dian Mulyadiansyah, Senin (13/5/2019).

Dalam hal ini, Dinsos setempat juga mengintensifkan patroli PMKS jalanan untuk melaksanakan penjangkauan di lapangan. Dengan tujuan melakukan pendekatan dan penghalauan agar tidak melakukan praktik yang dapat menambah permasalahan sosial di wilayah Kabupaten Bogor.

Jika melihat ke arah lain, kondisi ini kata Dian, bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. Di sisi yang berbeda, meningkatnya kunjungan ke titik – titik pusat perbelanjaan yang mengalami peningkatan dan giat pariwisata tetap berjalan. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para PMKS.

”Terutama daya tarik untuk mengais rezeki di jalanan baik dengan cara mengamen maupun mengemis. Ditambah budaya masyarakat kita di bulan ini yang memiliki kesadaran tinggi untuk berbagi dengan kaum duafa,” sambungnya.

Meskipun, Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kesejahteraan Sosial, yang jelas-jelas melarang warga untuk memberi uang kepada para PMKS di jalanan. Alasan mereka para PMKS mengamen maupun mengemis karena faktor ekonomi.

Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari serta tidak adanya keterampilan yang dimiliki. Ditambah, mental sudah rusak dengan terbiasa mencari kehidupan dengan cara-cara yang tidak layak.

”Kami dari Pemkab Bogor, khususnya Dinas Sosial mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membiasakan memberi mereka apapun tujuannya. Salurkanlah melalui badan atau lembaga yang mengumpulkan infak dan zakat atau yang peduli terhadap anak anak dan kaum duafa,” tukasnya

Comment

News Feed