by

Kadin Sebut Kerugian Pasca Rusuh Capai Rp1,5 Triliun

JAKARTA- Aksi demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019, kemarin, berdampak signifikan pada aktivitas bisnis pusat-pusat belanja di Jakarta.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyebutkan bahwa kondisi Jakarta tidak nyaman dan sangat mengganggu psikologi pasar. Menyebabkan kerugian kurang lebih Rp 1 triliun – 1,5 triliun.

Kadin DKI Jakarta sudah menghimbau pada pelaku usaha pada 20 Mei agar tak perlu khawatir dan tetap melakukan aktivitas usahanya seperti biasa. Namun menurut pengamatan Kadin, pada tanggal 22 Mei banyak pusat perdagangan yang tutup sejak pagi hari.Seperti Tanah Abang dan Thamrin City.

Sarman mengungkapkan bahwa sebetulnya pengunjung Tanah Abang saat Ramadhan bisa naik seratus persen dan banyak pembeli secara grosiran dari daerah.

Rata-rata pengunjung Tanah Abang di hari biasa mencapai 140 ribu orang dengan omzet sekitar Rp 4 juta s/d 5 juta per hari. Sedangkan di Ramadan bisa mencapai 250 ribu orang dengan omzet mencapai Rp 10 jutta s/d 15 juta perhari.

Kios yang ada di Tanah Abang di blok A, B, PGMTA, dan jembatan mencapai 11.000. Dengan tutupnya toko maka kerugian per hari dengan omzet rata-rata sebesar 15.000.000 perkios selama bulan Ramadhan menurut Sarman bisa mencapai 165.000.000.000 rupiah.

Sementara itu, pusat perdagangan lainya seperti Glodok City, Pasar HWI, Glodok Jaya, Glodok Mangga Besar, WTC Mangga Dua, ITC Harco Mas, Mangga Dua Mall, Plaza Harco Electronic, Mangga Dua Square, Electronic Citu, dan ITC Mangga Dua sempat buka pada pagi hari.

Namun pusat perdagangan di atas menjelang pukul 14.00 tutup sehingga pedagang mengalami kerugian omzet yang tidak sedikit akibat sepinya pengunjung.

Lalu di wilayah Jakarta Timur seperti Jatinegara Plaza, Jakarta Barat di Ciputra Mall, Citra Mall, Central Park, Puri Indah Mall, Roxi Square, dan Mall Taman Anggrek juga mengalami hal yang sama.

Tak luput juga Kelapa Gading Mall, Mall Artha Gading, Mall Kelapa Gading, Mall Kelapa Gading Square, Mall sport Kelapa. Serta di wilayah Jakarta Selatan seperti Plaza Senayan, Senayan City, dan Pondok Indah Mall.

Walaupun sempat buka, namun pengunjung turun mencapai 70%. “Omzet pedagang dan perputaran uang disektor perdagangan di Jakarta mengalami kerugian yang tidak sedikit. Dengan jumlah kios sekitar 80ribu kita perkirakan bisa mencapai lebih kurang Rp 1 triliun s/d 1,5 triliun,” ucap Sarman pada CNBC Indonesia (23/5/2019).

Sarman juga menungkapkan bahwa angka tersebut belum termasuk kerugian di sektor bisnis lainya. Seperti pemilik cafe, restoran, transaksi perbankan, dan pelaku usaha lain yang meliburkan karyawanya.

Kadin DKI Jakarta berharap agar dinamika politik ini segera selesai, terlebih masyarakat yang sebentar lagi akan mulai berbelanja kebutuhan lebaran yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi dari belanja rumah tangga.

“Konsumsi rumah tangga merupakan penopang pertumbuhan ekonomi kita, hampir 2,7% pertumbuhan ekonomi kita ditopang belanja rumah tangga. Momen bulan Ramadan dan Idul Fitri sangat diharapkan mampu memberikan kontrtibusi dalam pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal 2 nanti sehingga bisa mencapai target pemerintah pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 5,3%,” tutur Sarman.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta ini juga berkata bahwa dampak psikologis dalam perdagangan bisa sampai tanggal 25 nanti. Namun ia berharap situasi akan kondusif, tentu dengan mencermati kondisi yang ada.

Ia juga memberikan apresiasi pada aparat keamanan atas kerja kerasnya dalam mengawal unjuk rasa selama dua hari kebelakang

sumber: CNBC Indonesia

Comment

News Feed